Screen Shot 2014-08-07 at 8.54.34 pm

Sejalan dengan misi yang diemban oleh perguruan tinggi melalui konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi serta sesuai dengan pasal 20 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, disamping menyelenggarakan pendidikan. Dalam hal ini misi yang diemban oleh Perguruan Tinggi pada dasarnya adalah menghimpun, memelihara dan menstransfer budaya, nilai-nilai (values) dan pengetahuan umat manusia dari generasi ke generasi. Dengan perkataan lain perguruan tinggi tidak saja dituntut untuk mentransfer pengetahuan melalui proses pengajaran, tetapi juga dituntut untuk mampu menghimpun dan menggali pengetahuan baru melalui penelitian dan pengembangan (research and development, R&D).

Dalam tataran kemahasiswaan, Perguruan Tinggi juga mempunyai tugas untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM-Mahasiswa) yang berkualitas. Kualitas SDM yang dimaksudkan bukan hanya pada lingkup kompetensi, ketrampilan dan keahlian akademik (Hard Skill atau Akademic Skill) saja, tetapi juga menyangkut kepribadian, attitude, moral dan keimanan (Life Skill atau Social Skill). Hal ini berarti Perguruan Tinggi tidak hanya sekedar menyuguhkan kegiatan akademis belaka, namun juga kegiatan-kegiatan non akademis. Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 155/U/1998 tanggal 30 Juni 1998, tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi

Oleh karena itu keradaan lembaga mahasiswa menjadi sangat penting apabila kita menyadari peran dan fungsi lembaga tersebut terkontribusi dalam mengimplementasikan ilmu yang di peroleh di bangku perkuliahan kepada masyarakat luas. Lembaga kemahasiswaan sebagai miniatur lembaga-lembaga kampus maupun masyarakat juga merupakan suatu wadah untuk melanjutkan cita-cita kemahasiswaan yaitu menjadikan seluruh kegiatan lembaga kemahasiswaan sebagai proses pengkaderan yang diharapkan akan menghasilkan manusia yang intelek, humanis, sosialis dan dinamis.

Beranjak dari pemikiran tersebut, dirasa perlu untuk membentuk sebuah organisasi kemahasiswaan khususnya untuk tataran mahasiswa Pascasarjana. Keberadaan organisasi ini nantinya diharapkana dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan mahasiswa pascasarjana baik dalam bidang ilmiah maupun tataran sosial kemasyarakatan. Organisasi yang ingin dibentuk bernama Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Intitut Teknologi Sepuluh Nopember  (HMP ITS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>